Home » Blog News, Cycling Tips, Event » GIETMAN 2017 Series 1 – 24 April 2017.

GIETMAN 2017 Series 1 – 24 April 2017.

Tepat pukul 06.30 pagi 33 peserta GIETMAN Series 1 terdiri dari 32 pria dan 1 perempuan, dengan peserta warga negara Indoensia dan asing, mereka meninggalkan gerbang balon Polygon di depan toko sepeda Rodalink Denpasar. GIETMAN berasal dari kata giet (hahasa Bali) dan man (man berasal dari tiga huruf pertama manusia), giet dalam bahasa Bali artinya keadaan saat melakukan gerakan dengan sekuat tenaga, untuk mencapai hasil yang terbaik. GIETMAN (energetic action) Series 1 adalah perpaduan antara program wisata olahraga sepeda dan lomba sepeda. Kegiatan ini adalah kegiatan bersepeda berkelompok dan memperlombakan kemampuan individu jarak tertentu pada lokasi yang telah ditentukan. Setiap peserta akan berangkat bersama-sama dari tempat start menuju tempat pemberhentian pertama, setelah peserta dapat menyelesaikan tahap pertama akan dimulai kegiatan berikutnya dengan berangkat bersama sama pula, pada titik segment strava yang telah ditentukan setiap peserta dapat memacu kecepatan sepedanya sampai titik segment strava berakhir untuk mendapatkan rengking terbaik di strava. Sedangkan STRAVA adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk mencatat kegiatan berolahraga dan kegiatan lainnya.
Sebelum melakukan start seluruh perserta menyelesaikan administrasi kegiatan dengan menandatangani surat penyataan ikut serta dalam acara GIETMAN 2017 Series 1 tanggal 24 April 2017 dan perlengkapan lainnya. Dilanjutkan photo bersama di tangga depan toko. Semua peserta tampak senang dan tidak sabar menunggu mulai bersepeda. Pejelasan teknis disampaikan oleh Gede Cakra sebagai pimpinan kegiatan touring dan lomba serta merangkap sebagai kapten peleton bersepeda. Kesempatan diskusi juga diberikan kepada seluruh peserta, tetapi peserta tidak ada yang bertanya, mungkin karena mereka tidak sabar untuk mulai bersepeda. Ada peserta hadir mulai dari jam 05.00 pagi. Event ini didukung oleh sponsorhip Polygon, Toko Sepeda Rodalink, Thule, Schwalbe dan Suzuki.
Setelah peserta dan panita siap, bendera start dikibaskan oleh Bapak Jeffry dari Polygon dan peserta mulai mengkayuh sepedanya di Jalan Teuku Umar, menuju kasawan Renon Denpasar, setelah sampai di kawasan Renon Timur rombongan peserta berhenti untuk regrouping. Regrouping dilakukan untuk memberikan kesempatan peserta untuk mengecek ulang sepedanya dan agar peserta dapat merasakan aura bersepeda bersama-sama. Dengan menggunakan jalur jalan umum peserta membuat 2 baris agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Tentunya jika dengan tidak menggangu pengguna jalan lain mereka akan menghargai pesepeda. Saat tida di jalan By Pass Ida Bagus Mantra peserta melalui jalur lambat, rasa aman bersepeda di jalur lambat sangat terasa, karena jalur lambat dengan jalur cepat dipisahkan oleh pembatas beton. Peserta masih dalam satu group saat melintas jalan Ketewel Sukawati, saat lampu traffick light berwarna merah, seluruh peserta berhenti, karena seluruh peserta GIETMAN 2017 diharuskan mentaati Peraturan dan Undang Undang Lalulintas yang berlaku di Indonesia. Perjalanan dari Sukawati ke Desa Bitra Gianyar masih dalam kelompok besar sampai tempat pemberhentian pertama waters station dan regrouping di kilometer 38.
Setelah peserta datang di pemberhentian pertama mulailah persiapan untuk melanjutkan untuk melewati lokasi GIETMAN 2017 Series 1 STRAVA segments sepanjang 5 kilometer. Pimpinan touring dan race menjelasakan kan secara singkat cara cara mengikut segment dimaksud. Panitia hanya memberikan tanda finish segment saja. Panitia tidak memberikan tanda segment start, hal itu dilakukan untuk memberikan rasa petualangan dengan aplikasi strava dan menghindari memacu sepeda bersamaan dan untuk menghidari resiko kecelakaan akibat benturan antar pesepeda.
Tampak semua pengguna qplikasi Strava tidak mau ketinggalan dari titik start segment, mereka mulai memacu sepedanya untuk mendapatkan kecepatan bersepeda yang maxsimal, karena pemenang rangking GIETMAN ditentukan oleh kecepatan di ranking yang tertera di strava segment. Batas akhir segment di Desa Seribatu di kilometer 54 dengan ketinggian 850 meter di atas permukaan laut sudah dilewati oleh seluruh peserta, dilanjutkan persiapan tahap berikutnya untuk menuju pemberhentian berikutnya di Desa Lebih. Tampak para peserta setelah istirahat dan menikmati refreshment dari panitia menjadi segar kembali, mereka bercengkrama tentang apa yang mereka telah lakukan, ada sebagian peserta tidak menggunakan aplikasi strava, tetapi mereka tetap gembira menikmati kegiatan bersepeda. Perjalanan dari Desa Seribatu menurun menuju Desa Lebih selama 1 jam dengan melewati jalan dengan panorama pedesaan. Peserta mendapatkan pengalaman baru menikmati panorama Bali yang sesungguhnya diatas sepeda. Sangat terasa indahnya bersepeda turunan dengan menikmati hamparan sawah dan pedesaan dimana sebelumnya harus menggenjot sepeda di jalan menanjak. Sampailah semua peserta di Pantai lebih, hawa panas pantai terasa sekali. Walau terasa panas peserta tetap bersemangat untuk menuju ke tempat finish. Rombongan bersepeda menjadi beberapa kelompok kecil dengan mendapatkan pentunjuk dari panitia kegiatan. Panitia pengarah jalan dengan sigap untuk mengarahkan peserta bersepeda tanpa mengatur arus lalulintas lainnya. Setelah menempuh jarak 110 km pada pukul 12.30 siang semua peserta sampai kembali dengan selamat.

Ada rasa kebersamaan diantara peserta Sambil menunggu persiapan panitia peserta di suguhi makan siang, mereka makan bersama-sama sambil bertukar pengalamannya selama bersepeda. Sungguh hal yang menyenangkan. bisa bersepeda bersama-sama, berlomba dan berkumpul bersama. Saat upacara penghargaan pemenang dimulai dengan pemberian medali kepada peserta perempuan satu-satunya, Mis. Stefanie Citrajaya yang terpilih sebagai peserta yang antosias mengikuti acar. Penghargaan diberikan karena dia sangat bersemangat mengikuti acara walau perempuan sendirian dan mengikuti semua tahapan kegiatan dengan baik. Puncak dari pengahagaan pemenang rangking pertama adalah Mr. Mitsch Schafroth dari Negara Swiss, dia datang ke Bali untuk mengikuti GIETMAN dan berlibur di Bali bersama keluarga. Setelah panitia mengucapkan terimakasih kepada seluru peserta, sponsor dan seluruh pendukung acara GIETMAN 2012 series 1 maka acara ditutup dengan harapan agar event GIETMAN menjadi event bersepeda yang berkelanjutan, dapat menguntungkan pihak sponsorship dan menjadi kebanggan pesepeda dunia.

GIETMAN 2017 series 1 Bali Hasil GIETMAN 2017 series 1

 

Tags:
© 2017 Bali Cycling Operator | All Right Reserved | Maintained by Wayan Kertayasa